pengembara buta kembali merapat
dinding tempatku terasa begitu lembab
mungkin basah oleh keringat matahari atau embun bulan
titik cahaya pelan menembus porinya
sempurna, warna pelangi terbias lembut
mengguncang hebat butiran hidup yang telah redup
sisakan rasa sebuah garis asa
waktuku hanya satu
ketika bintang datang ia telah menjemputku
meneruskan goresan yang lebih rumit
merajut urut buih terlarut
hanya untuk sebuah kesadaran
namun mata hati tak akan sudi berhenti
walau sekedar untuk terbaring
nikmati belaian belatinya
dan detikku hanya bisa berdetak sekali
setelah itu.. bisu!
ternyata rasa adalah sebuah sugesti. ketika tenang, tubuhpun serasa menghanyut dalam suatu rangkaian
mekanisme yang tak tahu mengapa menjadi begitu terang dan mudah. setengah isi dan setengah kosong.
dengan apa kita harus menyebutnya jika mempunyai sebuah gelas dengan air memenuhi setengah
bagiannya? melihat seberapa benyak kekosongan yang memenuhi bagiannya ternyata adalah cara yang ampuh
untuk membuang setengah isi yang ia punya. sebuah permainan kata-kata, memang. namun jangan kira dia
hanyalah deretan huruf-huruf tanpa makna. karena jika artinya teraba dia benar-benar akan terasa.
yah, cara lama dan pemikiran lama: tak ada karena tak terindera.
bukan hidup jika tak ada kehidupan di dalamnya. bernafas, bergerak, tumbuh, berkembang-biak, mengeluar-
kan zat sisa, dan semuanya itu adalah indikator kehidupan sebuah makhluk. tapi sepertinya hal itu perlu
diselidik lebih lanjut karena sebenarnya bernafas, bergerak, tumbuh, berkembang-biak, mengeluarkan zat sisa,
dan segalanya itu seringkali justru membuat sebuah makhluk menjadi mati. karena dalam perjalannan ke'hidup'-annya,
manusia adalah sebuah benda mati. ia ada karena ia tiada. lagi-lagi sebuah permainan kata-kata.
tapi tak apa, jika dengan kata-kata aku adalah aku. namun siapa yang sudi mendengarku?
bagaimana jika dengan kata, suaraku menjadi di dengar oleh mereka? hah?! siapa aku!
oh, tidak-tidak!! bagaimana kalau tanpa kata semua dimensi tak akan ada? yup! kata adalah sebuah dimensi
pasti sebagaimana waktu dan 'dunia'. ia terdapat dalam sebuah materi supermikro yang paling mini dari yang
pernah ada dan hidup bersama manusia. ia terlalu lembut untuk diraba, namun ia pun juga terlalu kasar untuk
disentuh tangan terbuka. hah? apalagi itu?
whoe?! mengapa angin tiba-tiba dingin ya? ah, paling hanya perasaanku saja. ya, rasa adalah sebuah sugesti
jika yang kurasa adalah dingin, pasti dingin juga apa yang ada.
ha, iya? siapa bilang rasa adalah sugesti. yang betul itu, sugesti adalah rasa!
apa yang ada dalam diri kita itulah yang kita rasa. sesuatu yang abstrak memang, jadi bagaimana
kalau kita menjauhinya saja!
saat ini, sepertinya aku memang membutuhkan dunia abstrakku kembali. karena dunia nyataku tak kan pernah
menjadi kenyataan tanpa adanya dirinya.
yah, aku ingin membenamkan diri dalam sebuah keabstrakan yang tak terjangkau sempurna! karena dari sana,
dapat kulihat padang luas di dunia nyataku..
tak perlu dipikirkan, karena ini hanya teriakan abstrak, dari dunia abstrak, oleh makhluk abstrak,
yang entah kapan akan 'hidup' secara seutuhnya...
mekanisme yang tak tahu mengapa menjadi begitu terang dan mudah. setengah isi dan setengah kosong.
dengan apa kita harus menyebutnya jika mempunyai sebuah gelas dengan air memenuhi setengah
bagiannya? melihat seberapa benyak kekosongan yang memenuhi bagiannya ternyata adalah cara yang ampuh
untuk membuang setengah isi yang ia punya. sebuah permainan kata-kata, memang. namun jangan kira dia
hanyalah deretan huruf-huruf tanpa makna. karena jika artinya teraba dia benar-benar akan terasa.
yah, cara lama dan pemikiran lama: tak ada karena tak terindera.
bukan hidup jika tak ada kehidupan di dalamnya. bernafas, bergerak, tumbuh, berkembang-biak, mengeluar-
kan zat sisa, dan semuanya itu adalah indikator kehidupan sebuah makhluk. tapi sepertinya hal itu perlu
diselidik lebih lanjut karena sebenarnya bernafas, bergerak, tumbuh, berkembang-biak, mengeluarkan zat sisa,
dan segalanya itu seringkali justru membuat sebuah makhluk menjadi mati. karena dalam perjalannan ke'hidup'-annya,
manusia adalah sebuah benda mati. ia ada karena ia tiada. lagi-lagi sebuah permainan kata-kata.
tapi tak apa, jika dengan kata-kata aku adalah aku. namun siapa yang sudi mendengarku?
bagaimana jika dengan kata, suaraku menjadi di dengar oleh mereka? hah?! siapa aku!
oh, tidak-tidak!! bagaimana kalau tanpa kata semua dimensi tak akan ada? yup! kata adalah sebuah dimensi
pasti sebagaimana waktu dan 'dunia'. ia terdapat dalam sebuah materi supermikro yang paling mini dari yang
pernah ada dan hidup bersama manusia. ia terlalu lembut untuk diraba, namun ia pun juga terlalu kasar untuk
disentuh tangan terbuka. hah? apalagi itu?
whoe?! mengapa angin tiba-tiba dingin ya? ah, paling hanya perasaanku saja. ya, rasa adalah sebuah sugesti
jika yang kurasa adalah dingin, pasti dingin juga apa yang ada.
ha, iya? siapa bilang rasa adalah sugesti. yang betul itu, sugesti adalah rasa!
apa yang ada dalam diri kita itulah yang kita rasa. sesuatu yang abstrak memang, jadi bagaimana
kalau kita menjauhinya saja!
saat ini, sepertinya aku memang membutuhkan dunia abstrakku kembali. karena dunia nyataku tak kan pernah
menjadi kenyataan tanpa adanya dirinya.
yah, aku ingin membenamkan diri dalam sebuah keabstrakan yang tak terjangkau sempurna! karena dari sana,
dapat kulihat padang luas di dunia nyataku..
tak perlu dipikirkan, karena ini hanya teriakan abstrak, dari dunia abstrak, oleh makhluk abstrak,
yang entah kapan akan 'hidup' secara seutuhnya...
Around Here, however we don’t look backwards for very long,,
WE KEEP MOVING FORWARD,
Opening up new doors and doing new things,
Because we’re curious,
And curiousity keeps leading us down new path…
Walt Disney_
WE KEEP MOVING FORWARD,
Opening up new doors and doing new things,
Because we’re curious,
And curiousity keeps leading us down new path…
Walt Disney_
