pengembara buta kembali merapat
dinding tempatku terasa begitu lembab
mungkin basah oleh keringat matahari atau embun bulan
titik cahaya pelan menembus porinya
sempurna, warna pelangi terbias lembut
mengguncang hebat butiran hidup yang telah redup
sisakan rasa sebuah garis asa
waktuku hanya satu
ketika bintang datang ia telah menjemputku
meneruskan goresan yang lebih rumit
merajut urut buih terlarut
hanya untuk sebuah kesadaran
namun mata hati tak akan sudi berhenti
walau sekedar untuk terbaring
nikmati belaian belatinya
dan detikku hanya bisa berdetak sekali
setelah itu.. bisu!

0 komentar:
Posting Komentar